DESA MENARI, DUSUN TANON

Kabupaten Semarang banyak memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan, salah satunya yaitu di Dusun Tanon, Ngrawan, Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang atau biasa disebut Desa Wisata Menari. Kata Desa Menari dalam arti sempit diambil dari kata tari. Hal ini karena, kegiatan menari di wariskan secara turun-temurun oleh warga desa. Dalam arti sempit kata Menari secara turun temurun di Dusun Tanon ini yaitu pelestari tari rakyat. Sedangkan dalam arti lebih luas, kata Menari yaitu akronim dari menebar harmoni, merajut inspirasi, menuai memori. Pengunjunga akan diajak merasakan harmoni atau keselarasan. Yaitu nbagaimana mereka bisa selaras dengan dirinya, dengan lingkungan, dengan masyarakat dan akhirnya selaras dengan semesta dan Tuhan.

LETAK DUSUN TANON

Dusun Tanon adalah salah satu dusun yang masuk dalam wilayah Desa Ngrawan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Propinsi Jawa Tengah. Terletak di bawah kaki Gunung Telomoyo dengan ketingian 100 DPL yang berjarak 53 KM dari Ibukota Propinsi dan 32 KM dari Ibukota kabupaten. Suasana alam pedesaan yang masih jauh dari kebisingan dan hiruk pikuk kehidupan sosial  modern yang serba semrawut. Didalamnya hidup rukun warga masyarakat dalam rumpun keluarga dari keturunan Ki Tanuwijoyo yang sebagian besar masyarakatnya adalah petani dan peternak, ternyata menyimpan beberapa potensi yang dapat dieksplorasi dan dapat ditawarkan menjadi media pembelajaran bersama. 

TRADISI & KESENIAN DUSUN TANON

TRADISI & KESENIAN DUSUN TANON

Masyarakat dusun tanon masih menjaga tata cara tradisi leluhurnya. Masyarakat yang komunikasi sosialnya dengan mudahnya digerakkan dengan media berkesenian. Secara historis masyarakat dusun tanon merupakan masyarakat yang gemar berkesenian, sejak era jayanya ketoprak klasik, mayoritas masyarakat dusun tanon terlibat dalam kelompok karawitan. Seiring dengan meredupnya kesenian ketoprak masyarakat dusun tanon menyerap kesenian tradisi lain. Saat ini kesenian yang terkelola dengan baik adalah kuda lumping,Topeng Ayu, Geculan Bocah, Tari Lembu Tanon dan Eka Karya. Inilah salah satu pintu yang cukup efektif untuk menggerakkan masyarakat menuju pembelajaran selanjutnya. 

KEHIDUPAN MASYARAKAT DUSUN TANON

Disisi lain, kehidupan masyarakatnya yang sebagian besar bertani dan beternak juga menjadi bagian yang tak terpisahkan untuk menopang pilar kemasyarakatan. Dari kalangan muda mulai muncul benih-benih bagaimana mengolah potensi alam yang ada tersebut menjadi komoditi pasar yang layak jual. Eksplorasi tersebut memunculkan pengolahan susu sapi dari hasil budidaya masyarakat menjadi sabun susu. Kreatifitas warga masyarakat lainnya yang bisa dijumpai adalah kerajinan daun mendong menjadi barang produktif lainnya. Potensi pertanian yang dipadukan dengan peternakan kedepan menjadi media eksplorasi yang terus dikembangkan untuk memajukan sisi perekonomian masyarakat dusun tanon. Sehingga homogenitas mereka diharapkan tetap terjaga sebagai masyarakat yang menekuni kesenian dan produktif secara material. 

PETA POTENSI WISATA DESA NGRAWAN

Desa Menari merupakan konsep laboratorium sosial yang bergerak diranah konservasi tiga hal,yaitu profesi asli masyarakat, dolanan tradisional dan kesenian lokal. Semua terintegrasikan dalam paket wisata yang disajikan. Dolanan tradisional dikemas dalam aktivitas Outbound Ndeso yang dikenalkan ke khalayak mumum sejak tahun 2009. Outbound Ndeso adalah outbound ditengah desa, dengan pemandu orang-orang desa, dan dengan aktivitas ala masyarakat desa. Paket wisata unik lainnya yang ditawarkan yaitu paket Jeda Hidup. Dimana paket ini mengintegrasikan interaksi sosial, aktivitas dengan penduduk, dolanan tradisional, pengembangan pribadi dengan pendekatan ilmu Psikologi dan menggali makna hidup dalam khasanah spiritual. Cocok untuk kalangan menengah keatas maupun korporasi yang perlu pengembangan SDM dalam pendekatan berbeda. Sedangkan paket wisata pembelajaran bisa dilakukan dari usia PAUD sampai Perguruan Tinggi. Berbagai komunitas telah melakukan aktivitas di Desa Menari, termasuk dari beberapa tamu mancanegara. Konsep Desa Menari menjadi unik, karena menerapkan konsep pelatihan/ tarining ditengah komunitas masyarakat.

Pada prinsipnya kunjungan dapat dilakukan pada hari apapun dengan sistem booking paket terlebih dahulu. Kegiatan memang akan lebih ramai apabila dilkaukan pada akhir pekan. Desa Menari tidak ada obyek wisata buatan, jadi semuanya terintegrasi dalam aktivitas masyarakat. Ketika tidak ada kunjungan wisata Desa Menari hanya selayaknya Desa biasa yang sepi. Khusus untuk paket pagelaran seni dilayani pada malam hari.

SEMANGAT DESA MENARI DI KAKI GUNUNG TELOMOYO

Gotong Royong Warga Desa Menari 

Desa menjadi kawasan yang memainkan peran penting dalam pembangunan sebuah bangsa, terlebih bagi Indonesia, karena mayoritas kawasan bangsa ini berupa daerah pedesaan. Namun persoalan mendasar yang kita jumpai, justru desa ditinggalkan oleh para generasi emasnya, yaitu kaum muda dan orang-orang yang berhasil mengenyam pendidikan tinggi dengan dalih untuk mengadu nasib dan keberuntungannya di perkotaan. Dua persoalan yang akhirnya menjadi bumerang untuk arah pembangunan bangsa, desa tetap menjadi daerah tertinggal dan terjadi penumpukan di kota yang menjadi pemicu kepincangan sosial. Hal ini tentu menjadi permasalahan serius bagi bangsa Indonesia, karena abainya kita pada desa justru menjadi  mata rantai kesemrawutan kehidupan berbangsa. Bukankah desa dan kota ibarat dua sisi mata uang yang saling menguatkan?

Desa menjadi lumbung ketahanan pangan bagi masyarakat. Namun kini menuai persoalan yang pelik, karena generasi muda enggan menjamah profesi asli masyarakat desa yang bergerak dalam sektor pemenuhan kebutuhan pangan. Para petani, peternak, nelayan dan profesi lainnya yang terbiasa dilakukan masyarakat desa dalam kurun waktu yang lama terjadi penurunan yang cukup masif. Kita melihat profesi-profesi tersebut didominasi oleh kalangan generasi tua dan minim bahkan langka kita menemukan generasi muda yang berkecimpung didalamnya. Hal ini berujung pada kerawanan pangan yang bisa mengancam bangsa dan menyeret negara menjadi pengekor pada negara lain yang bisa memenuhi suplai kebutuhan pokok.

Persoalan berikutnya, juga karena ketimpangan roda pembangunan yang dalam kurun waktu lama menjadikan desa sebatas anak tiri pembangunan. Pusat kemajuan dan fasilitas penunjang seperti pendidikan, kesehatan dan sarana rekreasi terkonsentrasi pada perkotaan. Begitu fasilitas ekonomi terbangun dikawasan pedesaan,orang desa hanya menjadi obyek pasar dan mereka tidak memiliki kewenangan akan fasilitas tersebut, karena mayoritas dimiliki oleh pemodal dari luar desa tersebut. Permasalahan lain yang terus mengancam adalah kebutuhan pengembangan kawasan pemukiman yang menggerus luasan kawasan pedesaan, sehingga banyak kita jumpai alih fungsi lahan  pertanian menjadi tempat hunian atau kawasan industri.

Berbagai persoalan tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah bagi segenap komponen bangsa. Bagaimana menjadikan desa atau kampung yang tidak menarik bagi para generasi muda berbenah menjadi kawasan yang diminati untuk mengaktualiasasikan jiwa muda mereka. Hal ini bisa diawali dengan perubahan pola pikir masyarakat desa atau kampung itu sendiri. Generai tuadi desa yang cenderung konvensional memandang bahwa desa itu tidak menjanjikan. Mereka lebih sering mendorong anak-anak mereka untuk mencari pekerjaan diluar sektor pertanian dan peternakan, karena mereka sendiri memandang rendah pekerjaan yang dijalani. Maka bisa kita jumpai, anak-anak desa yang akhirnya mengadu nasib ke kota walaupun dengan kerampilan minim, bekerja pada sektor non formal,misalnya penjaga toko,buruh bangunan, buruh pabrik bahkan ada yang menjadi pekerja rumah tangga di kota. Para orang tua mereka juga lebih bangga dengan pekerjaan anak-anaknya tersebut, karena bisa lebih menjanjikan pendapatan. Ada hitungan pasti perolehan pendapatan, sedangkan kalau meneruskan pekerjaan orang tuanya sebagai petani perolehan pendapatan senantiasa mengalami pasang surut. Hal ini disebabkan karena pekerjaan disektor pertanian banyak bergantung pada naik turunnya laju perekonomian bangsa, belum lagi permainan para tengkulak yang sering mencekik daripada menolong.

Analisa persoalan atas realita desa atau kampung saat ini tentunya memantik berbagai alternatif solusi yang ditawarkan, karena persoalan desa sejatinya adalah persoalan bangsa. Gagal dalam menata ulang desa akan berujung pada persoalan sosial bagi bangsa. Maka gerakan bali ndeso mbangun ndeso yang pernah menjadi jargon mantan Gubernur Jawa Tengah Bapak H. Bibit Waluyo merupakan konsep menarik yang perlu kita kembangkan. Sebuah semangat untuk mendorong anak- anak muda desa mau kembali ke desa dan bahu membahu untuk berkontribusi pada pembangunan desa. Perlu upaya serius untuk menata ulang pola pikir bagi masyarakat desa baik kalangan tua maupun gnerasi mudanya, bahwa desa adalah masa depan kita seperti ungkapan Bang Iwan fals. Para orang tua harus diyakinkan bahwa anak-anak muda yang mau kembali ke desa tetap memiliki masa depan gemilang. Selama ini mereka dihantui ketakutan bahkan perasaan rendah diri, kalau orang desa adalah orang lapis kedua dalam bangsa ini. Begitupun perlu langkah-langkah stategis agar generasi muda mau tinggal, beraktivitas dan berkontribusi bagi desanya.

Menata Ulang Desa

Menata ulang sebuah kawasan harus diawali dengan membuat role model yang bisa ditiru untuk dikembangkan di daerah lainnya. Atau paling tidak menjadi pemantik, bahwa desa bisa menjadi harapan masa depan. Program dana desa akhir-akhir ini menjadikan para pemangku kebijakan desa berpikir ulang tentang bagaimana membangun desanya. Walupun masyoritas masih bertumpu pada sektor pembangunan fisik, namun unsur pemberdayaan mulai dilirik, bahkan ada desa-desa yang sekarang menjadi role model dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakatnya. Bisa kita jumpai contoh desa-desa yang berhasil menjadi ikon seperti Desa Ponggok di Klaten, Desa Pujon Kidul di Malang dan desa-desa lainnya. Desa yang berdaya karena adanya visi yang jelas, kepemimpinan yang kuat serta partisipasi masyarakat didalamnya.

 Pengunjung Bergembira Dengan Para Penari 

Di Kaki Gunung Telomoyo yang masuk dalam area kawasan gunung merbabu kita bisa melihat geliat masyarakat Dusun Tanon Desa Ngrawan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah. Desa yang sebelumnya masuk dalam desa IDT, sebuah predikat untuk desa yang tertinggal dalam kancah pembangunan. Berawal dari semangat generasi muda yang merasa jemu dan gregetan dengan predikat desanya, maka mereka mulai mencari formula dalam menata ulang desanya. Benih perubahan yang diawali pada tahun 2009 di Dusun Tanon secara bertahap menemukan format pada tahun 2012. Pada bulan februari 2012 masyarakat bermusyawarah untuk mencanangkan agar ada perubahan yang lebih baik bagi tempat tinggal mereka. Setelah belajar dan berkoordinasi dengan Pak Yossiadi Bambang Singgih atau yang biasa di sapa Bang Yoss, pemilik Yoss Tour Community (YTC) dan merupakan salah satu praktisi desa wisata di Jawa Tengah, diterimalah konsep Desa Wisata menjadi pintu masuk untuk pengembangan Dusun Tanon kedepannya. Sebuah era baru yang banyak di gawangi oleh para pemuda dusun sederhana dengan dukungan para orang tua yang diawali dengan perubahan pola pikir dan semangat untuk menemukan arti baru dalam kehidupan. Dengan mengoptimalkan modal sosial serta potensi lokal seperti pertanian, peternakan, dolanan tradisional dan kesenian, Dusun Tanon bertumbuh menjadi salah satu desa wisata di Kabupaten Semarang dengan branding Desa Menari.

Tahap implementasi gagasan di Dusun Tanon diwujudkan dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang awalnya bernama Pokdarwis Ki Tanuwijoyo kini berubah menjadi Pokdarwis Desa Menari untuk menselaraskan dengan branding yang melekat. Kegiatan yang dilakukan dengan pendekatan Desa Wisata di dusun Tanon sebenarnya berangkat dari semangat konservasi. Sebuah upaya untuk menjaga kelestarian pada tiga hal yaitu profesi asli masyarakat sebagai petani/peternak, dolanan tradisional serta kesenian rakyat yang ada di desa Ngrawan. Ketiga hal tersebut dipadukan dalam sebuah paket wisata yang dipasarkan kepada komunitas sasaran kegiatan maupun biro wisata. Dusun yang awalnya sepi dalam waktu-waktu tertentu mendadak ramai oleh kunjungan dan kegiatan wisata. Dalam satu tahun rata-rata bisa mendatangkan tamu antara 1.500 sampai 2.500 orang. Memang tidak seramai desa wisata lainnya, karena pola yang diambil oleh kesadaran masyarakat di Desa Menari sendiri untuk tidak merubah desanya menjadi aktivitas pariwisata masal. Mereka tetap ingin menjaga harmoni agar tidak terjadi pergeseran profesi masyarakat secara masif.

Perjalanan Desa Menari mengacu pada konsep ‘tangan diatas lebih baih daripada tangan dibawah, berkarya lebih baik daripada meminta’. Sebuah tekad untuk meruntuhkan mentalitas masyarakat yang terbiasa diracuni dengan berbagai wujud bantuan yang justru mengkerdilkan mereka. Proses perubahan yang bertumpu pada kebulatan tekad, kearifan lokal dan kemauan untuk berjejaring serta modal sosial menjadikan desa ini terus melaju ditengah arus kompetisi yang semakin melebar. Kegiatan Desa Menari ibarat mebuka kran yang tersumbat. Setelah berjalan aktivitas wisata dan bisa menghasilkan pendapatan, mulailah terjadi pembenahan di dusun tersebut. Pembangunan bisa dilakukan dari hasil kegiatan, semangat belajar masyarakat menjadi lebih baik, perekonomian masyarakat yang membaik bahkan bisa memberikan kontribusi berkisar 10 % sampai 15 % pada masyarakat, serta kegiatan sosial lainnya yang bisa dibiayai dari pendapatan desa menari.

Sebuah proses yang tidak sederhana untuk mewujudkan kemandirian masyarakat tersebut membawa Trisno sebagai ketua Pokdarwis Desa Menari dianugerahi penghargaan SATU Indonesia Award bidang lingkungan oleh PT. Astra International pada tahun 2015. Apresiasi tersebut membuka kebuntuan yang ada,sehingga para pihak yang sebelumnya masih setengah hati mengakui keberadaan Desa Menari menjadi lebih percaya bahwa kegiatan tersebut memang memberikan kontribusi. Dengan geliat Desa Menari akhirnya Desa Ngrawan ditetapkan menjadi salah satu Desa Sejahtera Mandiri oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia dan diwisuda langsung proses penetapannya oleh Menteri Sosial saat itu Ibu Khofifah Indar Parawangsa. Apresiasi selanjutnya diterima dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah pada Desember 2015 sebagai juara 3 dalam penghargaan kepariwisataan untuk kategori daya tarik wisata yang dikelola oleh kelompok masyarakat atau perorangan.

 Paket Wisata Pembelajaran Gamelan  

Geliat masyarakat Desa Menari ternyata bisa menjadi inspirasi bagi desa lainnya, berangkat dari kesederhanaan dan potensi lokal ternyata tumbuh memberikan perubahan dengan tetap mengacu pada kearifan lokal. Beberapa daerah yang telah melakukan kajian lapangan dan studi banding ke Desa Menari seperti dari Kabupaten Pemalang, Jepara, Wonosobo, Kebumen, Kota Semarang, Provinsi Jambi dan terakhir dari Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Semangat masyarakat untuk terus menapaki jalan perubahan semakin meluas pada berbagai bidang setelah menemukan bapak asuh yaitu PT. Astra International dengan ditetapkannya menjadi Kampung Berseri Astra yang ke 27 pada tahun 2016. Kini kegiatan Desa Menari meluas pada empat pilar yaitu pendidikan, kesehatan, kewirausahaan dan lingkungan sesuai konsep pengembangan Kampung Berseri Astra.

Pada pilar pendidikan berlangsung program pendidikan non formal untuk masyarakat terutama pembelajaran komunikasi dan kesenian. Selain itu juga adanya dukungan beasiswa Lestari Astra untuk 36 anak di tingkat Desa Ngrawan dari jenjang sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Pilar kesehatan bersinergi dengan program pemerintah desa berupa revitalisasi posyandu dan program dari puskesmas yaitu optimalisasi posbindu dengan adanya pemeriksaan kesehatan untuk penyakit tidak menular yang dilakukan rutin setiap bulan dengan pendekatan jemput bola, mendatangi kegiatan pertemuan rutin warga baik remaja, bapak-bapak maupun ibu-ibu. Kegaian lainnya yaitu senam yang menjadi program mingguan. Untuk program besar tahunan diadakan bakti sosial yang dibarengkan dengan jalan sehat tingkat desa. Tahun 2017 dengan melakukan pengobatan gratis dan screening diabetes, sedangkan tahun 2018 ini pengobatan gratis dan cek asam urat.

Program pilar kewirausahaan yaitu optimalisasi pemasaran paket wisata, pelatiha membuat produk olahan untuk ibu-ibu serta produksi tahu yang pemasarannya sudah merambah ke desa sekitar. Pada pilar lingkungan berjalan dengan program biopori yang akhirnya diadosi menjadi program desa untuk konservasi mata air. Program penanaman pohon juga menjadi salah satu program yang terus digalakkan. Pembuatan taman toga, penataan zonasi lingkungan dan penataan homestay untuk menunjang kegiatan desa wisata menjadi bagian program lingkungan Kampung Berseri Astra Tanon. Distribusi air ketingkat desa dengan menggunakan pompa hidram menjadi program besar dari KBA Tanon yang bersinergi dengan pemerintah Desa Ngrawan.

Menata desa seperti yang dilakukan di Desa Menari Tanon serta desa-desa lainnya menjadi penting untuk menekan laju urbanisasi kedepan. Dengan semakin banyaknya kegiatan produktif yang dilakukan di desa maka roda ekonomi akan lebih progresif. Tentunya ini memberikan kepercayaan diri bagi masyarakat terutama generasi muda, bahwa desa bisa menjadi tempat mereka berlabuh untuk mengolah berbagai potensi yang ada dan mengembangkan menjadi kekuatan dimasa depan. Munculnya gairah muda untuk kembali berkarya di desa memberikan harapan baru dan dinamika desa yang lebih hidup.

Penta Helix Dalam Pengembangan Desa

Berangkat dari contoh diatas tentu ada yang bertanya, bagaimana caranya untuk mengoptimlakan kampung atau desa agar lebih berdaya dan memberikan kesejahteraan bagi warganya. Pada perkembangan akhir-akhir ini kita mengenal konsep penta helix yang banyak dikaji dikalangan akademisi dan menjadi konsentrasi para pemangku kebijakan. Namun sayangnya banyak pemangku kebijakan di desa atau kampung yang belum mengoptimalkan konsep tersebut guna mendorong perubahan dan perbaikan didaerahnya. Konsep penta helix mendorong sinergitas lima komponen yaitu Academician, Business, Community, Government, Media yang kemudian sering dikenal dengan konsep ABCGM. 

Kembali pada contoh Desa Menari dalam tinjauan konsep penta helix, bisa temukan sinergi dari kelima unsur yang akhirnya mempercepat perubahan dari dusun dan desa kecil yang awalnya tidak masuk dalam perhitungan, kini menjela menjadi salah satu ikon untuk kawasan lereng Telomoyo. Keterlibatan Akademisi dapat kita jumpai di Desa Ngrawan terlebih di dusun Tanon. Kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Katolik Sugijopranoto (UNIKA) Semarang serta proses penjajakan dengan kampus lainnya memberikan corak perubahan tersendiri bagi desa tersebut. Selain itu banyaknya proses penelitian yang dilakukan dari kalangan akademis di Desa Menari memberikan masukan bagi pembangunan sekaligus menjadi media promosi yang menguatkan. Melangkah pada sinergi berikutnya yaitu dengan dunia bisnis melalui program CSR menguatkan dan mempercepat pencapaian visi yang dicanangkan. Dengan menjadi anak asuh PT. Astra Interational melalui program Kampung Berseri Astra juga menaikkan nilai tawar bagi desa-desa sekitar.

Community atau masyarakat  tidak hanya memposisikan diri mereka sebagai obyek perubahan namun terlibat aktif sebagai subyek perubahan. Melalui lembaga Pokdarwis Desa Menari, Bumdes Mukti Lestari maupun karang taruna dan Pokja yang lain menunjukkan kesiapan masyarakat Desa Ngrawan dari keterbelakanngan menuju pintu gerbang kemakmuran. Pihak Pemerintah juga menjadi lebih ringan kerjanya sekaligus bisa menjadikan tolok ukur perkembangan yang diraih. Program Dana Desa tidak hanya terjebak pada pola konvensional pembangunan yang bertumpu pada fisik namun berkembang pada sektor pemberdayaan. Dinas-dinas terkait akhirnya juga menjadi lebih aktif untuk melakukan tugas dan fungsinya dalam rangka pelayanan kepada masyarakat Desa Ngrawan melalui berbagai program yang berbeda.

Peran media juga begitu masif kita jumpai dalam pengembangan Desa Menari. Mereka terus mempublikasikan berbagai kegiatan yang ada sehingga bisa lebih dikenal dikalangan luas. Dari awal rintisannya sejak tahun 2012 Desa Menari senantiasa menggandeng media baik cetak, elektronik para pelaku fotografi maupun pemanfaatan media sosial. Dampaknya begitu terasa, karena peran merekalah kegiatan yang ada bisa terkoneksi pada jangkauan masa yang luas serta menyambungkan dengan berbagai pihak terkait.

 Suasana Pasar Rakyat Desa Menari 

Berkaca pada gambaran diatas serta contoh yang disajikan, dapat disimpulkan bahwa perubahan sebuah desa akan ikut mewarnai arah perubahan sebuah bangsa. Menata desa atau kampung perlu diawali dengan menata pola pikir masyarakat maupun para pihak bahwa desa adalah kekuatan yang tersembunyi dan perlu dibangunkan. Konsep pentahelix menjadi penting diaplikasikan guna mendorong kampung atau desa yang seolah matisuri menjadi kekuatan dinamis yang diperlukan sebagai titik keseimbangan terhadap laju kota. Sejatinya membangun desa  adalah menyusun kepingan masa lalu untuk menjadi wujud indah dan memberikan harapan akan kebaikan masa depan. Maka seperti mengamini salah satu pemikiran budayawan sekaligus guru bangsa Emha Ainun Nadjib yang familiar dipanggil Cak Nun atau Mbah Nun bagi para pembelajar dilingkungannya ‘Indonesia adalah Bagian Dari Desa Saya’. Maka, menata desa membangun bangsa merupakan sumbangsih sekaligus warisan untuk anak cucu Indonesia.

MENYELARAS DALAM GERAK

MENYELARAS DALAM GERAK

Namanya saja Desa Menari. Ada dong paket belajar menari. Olahraganya disini memang kece banget. Pakai tarian yang energik untuk menggerakkan badan.

Seperti bapak Dosen dan temen-temen mahasiswa PGSD USGJ Cirebon. Mereka tampak asyik mengikuti kegiatan sore hari di Desa Menari. Mereka belajar tari Babalu yang dipandu langsung team Desa Menari.

Mereka otomatis mendapatkan pembelajaran Wiraga ( unsur gerak dalam raga). Sekaligus mereka belajar sisi wirama ( unsur penyelarasan dalam irama nada). Kalau tinggal lebih lama di Desa Menari, bisa meningkat ke sisi wirasa ( unsur penyelarasan rasa).

Ternyata tidak cukup kegiatan sore hari nih menarinya. Pagi hari setelah menikmati matahari terbit di Gunung Gajah. Mereka butuh kehangatan untuk berdamai dengan cuaca dingin. Jadilah penyelarasan gerak dalam tari.

Ada yang tak kalah kece loh dari paket belajar menari di Desa Menari. Pemandunya itu yang ndak nguatin. Ada  arven yang masih TK, Tanu kelas 4 SD, Andra SD juga. Tentunya kakak usianya ada Dian dan Damar yang masih SMP.

Bener nih ndak berminat merasakan keseruan acara di Desa Menari? Banyak banget loh luapan kegembiraan dan pembelajaran yang di hadirkan. Tapi, jangan percaya deh, karena ini mengandung iklan banget. Kecuali anda dan komunitas sudah membuktikan sendiri asyiknya kegiatan di Desa Menari.

Desa Menari merupakan  akronim dari Menebar Harmoni, Merajut Inspirasi, Menuai Memori. Maka, ketika berkunjung ke sini. Hal pertama yang akan dilakukan adalah belajar harmoni atau keselarasan.

Berapa waktu yang diperlukan untuk bisa merasakan harmoni di Desa Menari? Itu sangat tergantung dengan sisi harmoni apa yang ingin dicapai masing-masing. 

Menyelaras dalam gerak adalah salah satu pembelajaran harmoni juga. Para pengunjung akan diajak untuk melakukan komunikasi internal. Menyelaraskan antara pikiran dan rasa dengan pandangan dan nada. Kemudian diekspresikan dalam gerak.

Ekspresi harmoni dalam tahap awal adalah kegembiraan. Ketika ini terjadi, maka pikiran dan tubuh sedang menyelaras. Maka harmoni gerak akan menyehatkan apabila sering dilakukan.

Level berikutnya adalah gerak harmoni internal. Di Desa Menari biasa dilakukan dengan metode tarian jiwa. Pada tahap ini bukan sekedar luapan kegembiraan. Namun mulai lebih jauh untuk mengikis tumpukan gunung es dalam diri.

Ekspresi dalam tarian jiwa bisa beragam. Kita kadang menyaksikan ada yang tersenyum, tertawa, bahkan ada yang menangis. Bisa juga ada yang terasa mual. 

Kok bisa begitu ya. Ada pengunjung yang nyeletuk saat mengamati temannya praktek tarian jiwa. Itu kesurupan ya kang? Eits tenang, itu bukan kesurupan. Karena tarian jiwa sebenarnya bagian dari proses terapi.

Wuih, kok keren amat sih paket di Desa Menari, celetuk pengunjung lainnya. Ini betul-betul paket kegiatan yang unik. Menyelaras dalam gerak di Desa Menari ternyata ada tahapannya. Maka, ada kawan yang nyeletuk pada rombongan mahasiswa. Keren nih kalian, KKN di Desa para penari. Kapan anda mau menyelaras dalam gerak di Desa Menari?

Kang Tris DM

Pembelajar Kehidupan & Pegiat Desa Menari

CONTACT PERSON :

Scroll to Top