Selamat Datang di Pameran Virtual Kearsipan Kabupaten Semarang Tahun 2025
SUGENG RAWUH
Most Visited Page
Silahkah Klik Pada Gambar Untuk Melihat Halaman
Profil Kabupaten Semarang

Wilayah kabupaten Semarang terletak di persimpangan menuju kearah Semarang, Yogyakarta dan Solo. Bahkan jaraknya sangat dekat dan berbatasan dengan wilayah ibu kota provinsinya ,yaitu kota Semarang. Oleh karena itu batas Utara dari wilayahnya adalah Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Sebelah Timur dengan Kabupaten Boyolali, dan Grobogan. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang.  Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Kendal. Sedang ditengah-tengah wilayah, terdapat Kota Salatiga.

Semarang erat kaitannya dengan Demak. Menurut cerita babad, Kabupaten Semarang didirikan oleh cucu Raden Patah, Putra Adipati Unus (Raja Demak II), yang bernama Raden Made Pandan (yang lebih senang mengembara) Adapun tahta Kerajaan Demak diserahkan kepada pamannya, Raden Trenggono. Pengembaraan Raden Made Pandan sampai di sebuah Pulau bernama Pulau Tirang yang akhirnya dikenal dengan nama Semarang. Di pulau tersebut beliau mendirikan pemukiman dengan Tirang Amper, yang disekelilingnya ditanami pohon pandan. Oleh karena itu kemudian beliau dikenal dengan sebutan Kyai/Ki Pandan Aran. Di tempat tersebut Ki Pandan Aran berhasil mengalahkan para penguasa setempat yang masih memeluk peradaban “Jawa-lama” (Hindu Budha), untuk digantikan dengan peradaban Islam. Adapun nama ‘Semarang” dikemukakan oleh Syeh Wali Lanang berdasarkan situasi lingkungan pada saat itu yang banyak ditumbuhi pohon asam (Jawa-asem) dalam posisi jarang-jarang (arang-arang) sehingga menjadikan kata ‘Asem Arana atau Semarang.

Setelah Ki Pandan Aran wafat kedudukan sebagai penguasa wilayah digantikan oleh putra sulungnya yang bernama Pangeran Kesepuhan, dengan sebutan Ki Pandan Aran II. Pada waktu itu Kerajaan Demak sudah hancur oleh adanya perebutan kekuasaan. Adapun kerajaan yang berkuasa pada waktu itu adalah Kerajaan Pajang. Oleh Raja Pajang, pengangkatan Pangeran Kesepuhan (Ki Pandan Aran II) sebagai Penguasa wilayah Semarang tersebut sekaligus ditetapkan sebagai bupati, dengan sebutan Adipati Pandan Aran II. Selanjutnya berlangsung sampai sekarang ada tata pemerintahan dalam wilayah administratif yang bernama Kabupaten Semarang.

Pendiri Kabupaten Semarang adalah anak Pati Unus yang bernama Made Pandan, yang kemudian dikenal dengan sebutan Ki Pandan Aran (I). Adapun waktu pengangkatannya sangat mungkin bersamaan dengan pengangkatan Pangeran Trenggono sebagai Raja Demak III, yaitu setelah meninggalnya Pati Unus. Sebagaimana tradisi masa itu, bahwa biasanya saat yang dianggap tepat untuk mengundangkan sesuatu adalah dilakukan pada saat ‘pisowanan agung’ dalam rangka peringatan hari besar agama Islam, khusunya peringatan hari lahir (maulud) Nabi Muhammad s.a.w tanggal 12 Rabiulawal, hari raya Idul Fitri tanggal 1 Syawal, ataupun hari raya haji Idul Adha tanggal 10 Dzulhijah (Jawa : Besar).

Perayaan tersebut disertai upacara grebeg yang diadakan di halaman masjid. Sehubungan dengan itu maka pengumuman penetapan Ki Made Pandan sebagai penguasa wilayah Semarang berlangsung pada saat penyelenggaraan upacara peringatan Maulud Nabi pada tahun 1521.

Berdasarkan Fakta Sejarah dan hasil kajian tim penelusur Sejarah Kabupaten Semarang, dan juga sarasehan serta seminar tentang kesejarahan terbentuknya Kabupaten Semarang sehingga ditentukan tanggal 12 Rabiul Awal 927 H. yang jatuh pada hari Selasa Kliwon tanggal 15 Maret tahun 1521 sekaligus bertepatan dengan pengangkatan Ki ageng Pandanaran I sebagai Bupati semarang . Dan selanjutnya ditetapkanlah Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 1 Tahun 2013.Tentang hari Jadi Kabupaten Semarang . Sehingga setiap tanggal 15 Maret diperingati Hari Jadi Kabupaten Semarang.

Source : main.semarangkab.go.id/profile/sejarah

UPCOMING EVENT

Jangan Lewatkan! Dialog Serasi: Jendela Sejarah & Budaya Bangsa

Temukan kembali kekayaan masa lalu kita! 📜✨
Dalam rangka Pameran Virtual Kearsipan, kami mengundang Anda dalam Dialog Serasi dengan tema: “Melestarikan Nilai-Nilai Sejarah dan Budaya Melalui Arsip”.
Kupas tuntas bagaimana setiap lembar arsip menyimpan DNA peradaban kita bersama narasumber ahli.

Catat tanggalnya!
🗓️ Hari/Tanggal: Rabu, 10 September 2025
🕚 Waktu: 11.00 WIB – Selesai
📻 Dengarkan Live di: Radio Suara Serasi 107.3 FM
💻 Tonton Live Streaming di: YouTube “Suara Serasi”

Siapkan pertanyaan terbaikmu dan jadilah bagian dari pelestarian memori kolektif bangsa!

LIVE NOW !!!
1942-1945 R.M.A.A Soekarman Merthohadinegoro
1946-1955 M. Soemadjito Prijohadisoebroto
1952-1956 R. Oetoyo Koesoemo
1960-1963 R. Abdulrahman
1963-1969 Masdiro Hadikoesoemo
1969-1979 Drs. Iswarto
1979-1985 Ir. Soesmono Martosiswojo
1985-1987 Drs. Sardjono
1987-1992 Drs. Hartomo
1992-2000 Drs. Soedijatno
2000-2010 H. Bambang Guritno, SH
2006-2010 Hj. Siti Ambar Fathonah
2010-2020 dr. Mundjirin ES, Sp. OG
2021-2025 H. Ngesti Nugraha SH MH

Di balik setiap kemajuan dan dinamika sebuah daerah, terdapat jejak, visi, dan pengabdian para pemimpinnya. Pameran foto “Jejak Pemimpin” adalah sebuah perjalanan visual yang merangkum sejarah kepemimpinan di Kabupaten Semarang melalui potret dan momen-momen bersejarah para bupati yang pernah menjabat.

Pameran ini akan membawa pengunjung menelusuri lorong waktu, menampilkan wajah-wajah para pemimpin mulai dari era awal kemerdekaan hingga kepemimpinan masa kini. Lebih dari sekadar galeri potret, setiap foto yang ditampilkan menyimpan narasi mendalam tentang tantangan zaman, kebijakan yang diambil, serta tonggak-tonggak pembangunan yang telah membentuk Kabupaten Semarang seperti yang kita kenal hari ini.

Dari momen pelantikan yang khidmat, interaksi hangat dengan masyarakat, hingga peresmian proyek-proyek vital, pameran ini bertujuan untuk menjadi medium edukasi dan inspirasi. Bagi generasi muda, ini adalah jendela untuk mengenal para tokoh yang telah meletakkan fondasi daerah. Bagi kita semua, ini adalah cermin untuk merefleksikan perjalanan panjang, menghargai warisan yang telah ada, dan menyongsong masa depan dengan semangat kebersamaan.

Mari kunjungi dan selami kisah di balik setiap potret. Kenali para pemimpin yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan Kabupaten Semarang.

Kami mengundang Anda untuk mengalami sebuah perjalanan waktu yang berbeda. Pameran Video “Memutar Waktu” akan menayangkan narasi sejarah Kabupaten Semarang dari masa ke masa dalam format sinematik yang dinamis dan menarik.

Melalui kompilasi video arsip, wawancara eksklusif, dan visualisasi modern, pameran ini menghidupkan kembali momen-momen kunci yang telah membentuk daerah kita. Ini bukan sekadar pameran, melainkan sebuah pertunjukan dokumenter yang edukatif dan inspiratif bagi semua generasi.

Mari bernostalgia bersama dalam sebuah pameran foto tempo dulu yang akan membawa Anda kembali ke masa lalu Kabupaten Semarang. Pameran “Jendela Waktu” secara eksklusif menampilkan koleksi foto-foto lawas yang langka dan penuh makna.

Temukan kembali pemandangan ikonik, momen keseharian masyarakat, dan arsitektur bersejarah dalam bingkai hitam-putih dan sepia yang otentik. Pameran ini adalah sebuah jembatan memori antar generasi, tempat di mana cerita-cerita lama dapat dihidupkan kembali dan diperkenalkan kepada generasi baru.

Pesan dan Kesan Pengunjung

Scroll to Top